Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Sabtu, 24 September 2011

definisi telematika, perkembangan telematika & teknologi informasi, dan trend telematika kedepan


DEFINISI TELEMATIKA

Telekomunikasi mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. ‘Telekomunikasi’ mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.
Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika. Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai {the new hybrid technology} yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.
Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}. Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.
Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa telematika merupakan teknologi komunikasi
jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital.
Telematika itu sendiri adalah istilah untuk mendefinisikan Telekomunikasi melalui media informatika. Berdasarkan definisi di atas telematika sebenarnya mencakup dua teknik yaitu: telekomunikasi dan informatika. Karena kekhususan penelitian dalam bidang penelitian seperti: Digital signal processing, Network programming, Managemen Telekomunikasi: Routing, security, dll. Sentral telepon, router, switch, VoIP dll. Interoperabilitas: pensinyalan, operating system dan data base. Fiber optics, Network performance and Qos. Pengembangan software, dll.
SUMBER
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/10/pengertian-telematika-4/
http://telematika.web.id/index2.shtml


PERKEMBANGAN TELEMATIKA & TEKNOLOGI INFORMASI DI INDONESIA

Perkembangan...itu adalah bagian dari kehidupan, tidak berkembang berarti mati, mati berarti selesai sudah perkara, dan bila tidak ada perkara berarti tidak ada perkembangan.
Perkembangan dapat terjadi pada siapa saja dan apa saja. Tidak hanya manusia tetapi aspek-aspek penunjang kehidupan manusia pun turut berkembang, salah satunya adalah Teknologi Informasi.
Tak dapat dipungkiri dan tak dapat dihindari, kita sebagai manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan teknologi informasi. Teknologi informasi sudah menjadi bagian dari hidup kita, bahkan sebagian dari kita menjadikkannya sebagai penopang kehidupan.
Seiring dengan perkembangan zaman, maka kehidupan manusia pun turut berkembang. Seiring dengan perkembangan hidup manusia maka berkembang pula gaya hidupnya. Seiring dengan berkembangnya gaya hidup manusia maka berkembang pula segala aspek penunjang gaya hidup tersebut.
Seperti yang telah disebutkan di atas, Teknologi Informasi sebagai salah satu aspek penunjang gaya hidup manusia mengalami perkembangan di berbagai sektor, yang salah satunya adalah Telematika.
Dalam posting sebelumnya, telah dijelaskan dan diuraikan mengenai definisi dari Telematika itu sendiri. Sekarang (dalam posting saat ini) akan dibahas mengenai perkembangan Telematika khususnya di negara kita yang tercinta ini, INDONESIA.

Untuk kasus di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi.
Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.

1.Periode Rintisan
Aneksasi Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh
Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru, melahirkan
akhir tahun 1970-an penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu
sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh
warga Prancis.
Mulai tahun 1970-an inilah Toffler menyebutnya sebagai zaman informasi. Namun demikian, dengan perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup
mengindahkan perkembangan telematika.
Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikanpun jauh dari harapan. Walaupun
demikian, selama satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia,
mulai dilakukan. Jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan
internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas.
Kemampuan ini dilatarbelakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat
dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-
bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984.
Setahun sebelumnya di Amerika Serrikat, tepatnya tanggal 1 Januari 1983, internet diluncurkan.Sejak ARPAnet (Advance Research Project Agency) dan NSFnet (National Science Foundation)digabungkan, pertumbuhan jaringan semakin banyak, dan pada pertengahan tahun, masyarakatmulai memandangnya sebagai internet.
Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakt Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan
seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an.
Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat olehJhhny Moningka dan Jos Lukuhay, yang
mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983, persis
bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun-
tahun tersebut, istilah “unix”, “email”, “PC”, “modem”, “BBS”, “ethernet”, masih merupakan kata-kata yang sangat langka.
Periode rintisan telematika ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar
menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa. Pada pihak akademisi dan praktisi praktisi IT (Information and Technology), merekam penggunaan internet sebagai berikut.
Menjelang akhir tahun 1980-an, tercatat beberapa komunitas BBS, seperti Aditya (Ron Prayitno), BEMONET (BErita MOdem NETwork), JCS (Jakarta Computer Society – Jim Filgo), dan lain-lain. Konon, BEMONET cukup populer dan bermanfaat sebagai penghilang stress dengan milis seperti “JUNK/Batavia”. Di kalangan akademis, pernah ada UNInet dan Cossy. UNINET merupakan sebuah jaringan berbasis UUCP yang konon pernah menghubungkan Dikti, ITS, ITB, UI, UGM, UnHas, dan UT. Cossy pernah dioperasikan dengan menggunakan X.25 dengan pihak dari Kanada. Milis yang kemudian muncul menjelang akhir tahun 1980-an ialah the Indonesian Development Studiesi (IDS) (Syracuse, 1988); UKIndonesian (UK, 1989); INDOZNET (Australia, 1989); ISNET (1989); JANUS (Indonesians@janus.berkeley.edu), yang saking besarnya sampai punya beberapa geographical relayers; serta tentunya milis kontroversial seperti APAKABAR.
Jaringan internet tersebut, terhubungakan dengan radio. Medio tahun 1980 diisi dengan
komunikasi internasional melalui kegiatan radio amatir, yang memiliki komunitas dengan nama
Amatir Radio Club (ARC) Institut Teknologi Bandung (ITB). Bermodalkan pesawattransceiver HF SSB Kenwood TS 430 dengan computer Apple II, sekitar belasan pemuda ITB menghubungkan server BBS amatir radio seluruh dunia, agar email dapat berjalan lancar.

2.PeriodePengenalan
Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan
masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak
pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah
dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai
Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.
Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah
web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor.
ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang
sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet.
Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politikdan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional, seperti RCTI(Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996.
Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radiodan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periodepengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.
Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Disaat keterbukaan yang
diusung gerakan moral reformasi, stasiun televise yang syarat informasi seperti kantor berita CNN dan BBC, yakni Metro Tv, hadir pada tahun 1998. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental computer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan gegap gempita dalam menyongsong tahun 2000, abad 21, menarik banyak masyarakat Indonesia untuk tidak mengalami kesenjangan digital (digital divide).
Pemerintah yang masih sibuk dengan gejolak politik yang kemudian diteruskan dengan upaya
demokrasi pada Pemilu 1999, tidak menghasilkansuatu keputusan terkait perkembanga telematika di Indonesia. Dunia pendidikan juga masih sibuk tambal sulam kurikulum sebagai
dampak perkembangan politik terbaru, bahkan proses pembelajaran masih menggunakan cara-
cara konvensional. Walaupun demikian, pada tanggal 15 Juli 1999, arsip pertama milis Telematika dikirim oleh Paulus Bambang Wirawan, yakni sebuah permulaan mailinglist internet terbesar di Indonesia.

3.PeriodeAplikasi
Reformasi yang banyak disalahartikan, melahirkan gejala yang serba bebas, seakan tanpa
aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat
komunikasi lainnya, dapat denganb mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil.
Tentunya, dengan harga murah.
Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millennium ini,
bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mualai
dilaksanakan, diaplikasikan. Pada pihak lain, semua itu dapat berlangsung lancar, dengan
tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam
negeri yang terus berkembang.
Awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika
dalam bentuk keputusan politik. Kebijakan pengembangan yang sifatnya formal “top-down”
direalisasikan dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim
Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang
Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan
pelaksanaan mengenai nernagai bidang usaha yang bergerak di sector telematika, diatur oleh
Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan
bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.
Selanjutnya, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh
hamper seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih.
Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televise, dan
teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000
Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access
point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.
Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama
di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya.
Selain itu, dilaporkan tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami
pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet
mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008
ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.
Data statistik tersebut menunjukkan aplikasi telematika cukup signifikan di Indonesia. Namun
demikian, telematika masih perlu disosialisasikan lebih intensif kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pemberdayaan manusianya, baik itu aparatur Negara ataupun non-pemerintah, harus terus ditumbuhkembangkan.
Selama perkembangan telematika di Indonesia sekitar tiga dasawarsa belakangan ini, membawaimplikasi diberbagai bidang. Kemudahan yang disuguhkan telematika akan meningkatkan kinerjausaha, menghemat biaya, dan memperbaiki kualitas produk. Masyarakat juga mendapat manfaatekonomis dan peningkatan kualitas hidup.
Peluang untuk memperoleh informasi bernuansa porno dan bentuk kekerasan lainnya, dapat
terealisir. Di lain pihak, segi individualis dan a-sosial amat mungkin akan banyak menggejala di
masyarakat. Walaupun demikian, masih banyak factor lain yang dapat mempengaruhi perilaku
masyarakat tertentu dan factor yang sama dapat berdampak lain pada lingkungan yang berbeda.

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.
Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e, seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.

Direncanakan pada tahun 2013 Indonesia akan memasuki masa Indonesia Connected dimana seluruh provinsi di Indonesia tersambung dalam suatu jaringan, dimana saat ini baru 27 provinsi yang tersambung. Kemudian, pada tahun berikutnya yakni tahun 2014, Indonesia dalam tahap Indonesia Informative yaitu diharapkan seluruh aspek baik masyarakat maupun pemerintah menyadari terhadap informasi. Pada tahun 2015, diharapkan Indonesia sudah berada dalam tahap Broadband.
penduduk Indonesia yang banyak membuat sistem keamanan untuk pengguna teknologi menjadi susah untuk diawasi, contohnya adalah berbagai pesan singkat yang menipu, dimana terdapat 200 juta pemakai telepon genggam yang harus diawasi dan hal ini tentu tidaklah mudah. 
Teknologi yang dibutuhkan saat ini harus memiliki karakteristik murah, cepat, memiliki nilai tambah, meningkatkan sumber daya manusia. Selain itu dijelaskan pula mengenai perkembangan sumber daya yang lebih transparan terhadap pengguna, bahwa peringkat Indonesia dalam penggunaan teknologi informasi mulai merangkak naik. 

Strategi pemerintah sendiri untuk mengembangkan teknologi informasi adalah dengan adanya kolaborasi, penggunaan kembali pusat inkubasi, insentif dan keamanan yang diperkuat, sehingga teknologi informasi dapat dimanfaatkan di berbagai bidang untuk mempermudah suatu kinerja. 


SUMBER
http://veblue.blogspot.com/2010/10/perkembangan-telematika.html
http://www.scribd.com/doc/9966434/perkembangan-Telematika-Di-Indonesia
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/10/sejarah-perkembangan-telematika-di-indonesia-2/
http://www.itb.ac.id/news/3266.xhtml
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/03/perkembangan-teknologi-informasi-3/



Trend Telematika ke Depan

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunannya.
Pada akhirnya, era robotik akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di tanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik.


Sumber 
http://code86.wordpress.com/2009/10/09/definisi-telematika-perkembangan-telematika-dan-trend-ke-depan-telematika/

Jumat, 27 Mei 2011

Menganalisis Penggunaan Kartu Kredit di Naga Swalayan Pekayon

Tugas Bahasa Indonesia 2 ( “Menganalisis Penggunaan Kartu Kredit di Naga Swalayan Pekayon”)

TUGAS SOFTSKILL

“Menganalisis Penggunaan Kartu Kredit di Naga Swalayan Pekayon”

NAMA KELOMPOK :

3KA19

1. ANA NUR RAHMAWATI

2. HILDA LESTARI

3. RIZKY NURULLAH

4. ROSY NOVIANTI

5. WILDAYANTI TASNIA

Bab I

PENDAHULUAN

Latar belakang masalah

Kartu kredit merupakan alat pembayaran pengganti uang tunai yang dapat digunakan oleh konsumen untuk ditukarkan dengan barang dan jasa yang diinginkannya di tempat-tempat yang dapat menerima pembayaran dengan menggunakan kartu kredit (merchant). Khusus untuk pembayaran di Naga Swalayan (Pekayon) juga menerima pembayaran dengan menggunakan kartu kredit dan dalam pembayaran ini para konsumen lebih banyak menggunakan kartu MANDIRI dan BCA.

Dalam rangka untuk melengkapi tugas softskill kami telah melakukan penelitian kecil dalam hal penggunaan kartu kredit didalam lingkup Naga Swalayan(Pekayon).

Perumusan masalah

Dalam karya tulis ini, kami ingin mencoba memecahkan masalah – masalah dibawah ini antara lain:

1. Pengertian Kartu Kredit

2. Jenis Kartu kredit

3. Alasan orang menggunakan Kartu Kredit

4. Berapa Banyak orang yang menggunakan Kartu Kredit di Naga Swalayan tersebut

5. kelebihan dan kekurangan kartu kredit

6. Batas minimal transaksi yang diperbolehkan menggunakan kartu kredit

Tujuan

Tujuan pembahasan karya tulis ini adalah untuk menjelaskan tentangpengertian kartu kredit itu sendiri sampai menjelaskan keuntungan dan kerugian kartu kredit tersebut.

Metode Pembahasan

Metode pambahasan yang kami gunakan adalah dengan cara studi pustaka ( seperti internet, observasi langsung dan sumber lainnya) yang berkenaan dengan kartu kredit.

Bab II

Landasan Teori

A. Pengertian Kartu Kredit

kartu kredit adalah suatu jenis penyelesaian transaksi ritel (retail) dan sistem kredit, yang namanya berasal dari kartu plastik yang diterbitkan kepada pengguna sistem tersebut. Sebuah kartu kredit berbeda dengan kartu debit di mana penerbit kartu kredit meminjamkan konsumen uang dan bukan mengambil uang dari rekening.

B. Jenis-jenis Kartu Kredit

Charge cards

· Anda bias meminjam uang dari penerbit kartu kredit.

· Anda harus membayar penuh tagihan Anda per bulan.

· Anda hanya bisa menempatkan seberapa yang mampu Anda bayar penuh setiap bulan.

· Sangat berguna untuk mengelola keuangan bulanan.

Kartu Belanja

· Kartu kredit yang dikeluarkan oleh Pasar Swalayan atau toko.

· Periksa semua detail sebelum mendaftar karena persyaratan dan panduan tiap kartu akan berbeda.

· Secara umum lebih mahal daripada kartu kredit tradisional.

Pinjaman Perseorangan

· Pinjaman ini berguna untuk membeli barang berharga & mahal seperti computer, mobil atau paket liburan seperti menggabungkan beberapa hutangke dalam satu pembayaran rutin.

· Mereka memiliki pembayaran bulanan tetap selama satu periode waktu

· Membantu untuk pengaturan penganggaran jika Anda memiliki pembayaran rutin.

· Klik pada Pinjaman per-orangan dibagian ini untuk keterangan lebih lanjut.

Pembiayaan 'bebas bunga'

· Jenis kredit ini sering ditawarkan oleh pengecer, dimana peminjam sebenarnya adalah biasanya sebuah institusi keuangan.

· Penawarannya sepertinya menjanjikan, tetapi jika Anda tidak bisa membayar secara penuh sebelum batas waktu bebas bunga, Anda akan dikenakan bunga yang sangat tinggi.

· Bacalah selalu syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum menandatangani. Pinjaman batas maksimum kredit.

· Anda bisa menarik sejumlah dana yang tersedia berdasarkan batas kredit yang ditentukan.

· Dana bias diakses melalui cek dan/atau kartu ATM.

· Bunga hanya biasa dibayar atas dana yang ditarik.

· Secara umum bunganya lebih rendah daripada Pinjaman Per-orangan dan Kartu Kredit.

· Klik 'Pinjaman Batas Maksimum Kredit' di bagian ini untuk informasi lebih lanjut.

Overdraft

· Anda bisa meminjam sejumlah uang diatas batas yang telah ditentukan pada rekening bank Anda.

· Dana biasanya bisa diambil melalui kartu ATM atau kartu debit, melalui rekening cek atau counter.

Hipotek

· Secara umum dipakai untuk pembelian barang.

· Memiliki jumlah dana yang besar dan punya jangka waktu pembayaran lebih panjang – biasanya duapuluh tahun atau lebih .

· Bunga pada pinjaman ini secara umum paling rendah diatara jenis-jenis kredit yang ada. Pinjaman Pay day.

· Pinjaman jangka pendek yang biasanya jumlahnya kecil atau hanya beberapa juta rupiah.

· Bunganya sangat tinggi, sehingga penggunaannya harus hati-hati.

C. Alasan orang menggunakan Kartu Kredit

Berhutang dengan kartu kredit telah menjadi tren di kalangan konsumen Indonesia. Perbankan yang ramai-ramai menawarkan kemudahan memiliki kartu kredit memberi peluang bagi hampir semua orang untuk memilikinya.

Namun demikian, Anda perlu berhati-hati menggunakan kartu kredit. Pasalnya, jika penggunaan kartu kredit tak terkontrol lagi, Anda bisa terlilit hutang. Sebagai pemilik kartu kredit, seringkali kita menunda atau tidak membayar keseluruhan tagihan kartu kredit.

Berikut beberapa alasan orang yang berhutang melalui kartu kredit:

1. Hidup yang Sulit

Alasan berhutang yang paling terjadi yang menyebabkan seseorang terlilit utang karena sejumlah gajinya dipotong atau terkena PHK. Alasan lainnya, penghutang terkena penyakit yang membutuhkan perawatan yang lama dan tidak murah.

2. Untuk Foya-foya

Kelompok penghutang jenis ini tak mampu mengimbangi antara pendapatan dan pengeluaran. Kehidupan setiap bulan kelompok ini sejalan dengan pribahasa besar pasak daripada tiang.

Alasan mengeluarkan uang melebihi kemampuan bisa dipicu dari gengsi yang ingin terlihat kaya di depan teman dan orang-orang terdekat. Namun ada juga orang yang pada dasarnya akrab dengan pola hidup konsumtif.

3. Gila Belanja (shopaholic)

Sebaiknya tipe pemakai kartu kredit ini sangat mudah ditipu dengan barisan diskon dan tulisan Sale di pusat belanja maupun outlet-outlet. Dalam pikiran orang tipe ini, belanja saat promosi atau diskon membuatnya merasa berhemat. Padahal yang terjadi, para penggila belanja biasanya membeli barang melebihi kebutuhan dan sering hanya karena tergoda.
Penggila belanja hanya dapat melakukan pembayaran dengan jumlah minimum yang ditentukan penerbit kartu dan sisanya terkena bunga. Akibatnya, tagihan membengkak karena pembayaran hanya 10 persen dari total tagihan. Meskipun dianggap kecil, jika tidak cepat dilunasi, hutang jenis ini akan berjalan terus selama bertahun tahun dan akan membebani di kemudian hari.

4. Pinjam-Meminjam dan Modal Bisnis

Beberapa tipe orang menggunakan kartu kredit sebagai sarana untuk meminjamkan orang lain. Sementara lainnya, menggunakan kartu kredit sebagai modal membangun usaha. Alhasil, piutang belum dikembalikan atau usaha mengalami kegagalan atau belum menguntungkan, pengutang tipe ini akan sulit mengembalikan dana yang dipinjam lewat kartu kredit.

D. Kelebihan dan kekurangan kartu kredit

Kartu kredit memiliki berbagai macam kelebihan, antara lain :

1. Kartu kredit dapat digunakan untuk mempermudah alat pembayaran sehingga kita tidak perlu susah-susah membawa uang tunai.

2. Kartu kredit dapat digunakan untuk mengumpulkan semua bentuk pengeluaran belanja dalam satu tagihan sehingga waktu yang kita keluarkan dapat lebih efesien. Bahkan ada juga kartu kredit yang memiliki fasilitas untuk membayar pengeluaran rutin, seperti tagihan telepon, tagihan listrik dan tagihan air.

3. Kartu kredit juga dapat digunakan untuk mencatat pengeluaran kita secara rutin sehingga mempermudah kita dalam mengelola keuangan dalam keluarga.

4. Kartu kredit juga dapat digunakan untuk menghemat pengeluaran kita, misalnya untuk diskon kamar, diskon makan di restoran atau diskon belanja.

5. Tidak perlu membawa uang kontan kemana-mana yang bias membahayakan keselamatan kita.

Akan tetapi, kartu kredit pun memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, antara lain :

1. Kartu bisa dibobol orang lain yang tidak jujur, misalnya bila penjual tidak jujur maka ia akan menggosok slip kredit lebih dari 1 kali sebelum kita tanda tangani. Ia akan menagih ke bank yang bersangkutan untuk transaksi lain dengan menggunakan slip yang kedua dengan mencantumkan tanda tangan kita yang dipalsukan seperti pada slip yang pertama.

2. Bila transaksi bisnis dilakukan di internet, maka bila dipenjual tidak jujur, ia akan menerima pembayaran dari bank yang bersangkutan, tetapi ia tidak mengirimkan barang yang kita pesan.

3. Apabila kita butuh uang atau ingin belanja lebih banyak kemampuan, kita tetap bisa memakai kartu tersebut, namun yang sering dilupakan oleh konsumen adalah persentasi bunga kredit konsumsi yang sangat tinggi.

4. Jenis kartu kredit yang menggunakan band magnetic tidak terlalu baik keamanannya. Sayangnya di Indonesia kartu jenis ini masih banyak di produksi, jadi akan lebih baik kalau dibuat pengamanan tambahan dengan micro chip seperti yang dipakai di Eropa.

5. Pembayaran pertahun yang cukup mahal, termasuk pembayaran tambahan untuk pengambilan uang diluar negri, termasuk transaksi internet pada website yang berada diluar negri.


BAB III

ANALISIS PERMASALAHAN

NAGA SWALAYAN

Naga Swalayan adalah tempat berbelanja yang telah memiliki banyak cabang diseluruh Indonesia. Swalayan ini umumnya menjual berbagai jenis produk makanan, minuman, dan barang kebutuhan hidup lainnya.

Dalam hal pembayarannya Naga Swalayan ini memberikan fasilitas pembayaran kartu kredit bagi yang menggunakan kartu kredit, menurut penelitian yang kami lakukan pada Naga Swalayan ini kartu kredit yang banyak digunakan adalah kartu kredit dari Bank MANDIRI dan Bank BCA, dimana transaksi minimal yang diperbolehkan dari penggunaan kartu kredit ini adalah Rp. 150.000,- di Naga Swalayan ini, terutama Naga Swalayan Pekayon dalam sehari transaksi yang menggunakan kartu kredit ini kurang lebih 25 orang.

Naga Swalayan ini biasanya Ramai ketika awal bulan karena Pasar Swalayan ini bisa dibilang harganya bisa bersaing dan cukup miring serta tempatnya pun cukup besar sehingga pelanggan lebih leluasa untuk memilih belanjaan bulanan yang dibutuhkan daripada keperluan harian. Dikarenakan keperluan bulanan lebih besar nominalnya dibanding keperluan harian sehingga hampir Naga Swalayan ini memberikan fasilitas menggunakan Kartu Kredit. Agar para konsumen tidak ribet dalam membawa uang chas.

Bab IV

PENUTUP

Kesimpulan & Saran

Dilihat dari pengertian kartu kredit itu sendiri, yaitu suatu jenis penyelesaian transaksi ritel (retail) dan sistem kredit, yang namanya berasal dari kartu plastik yang diterbitkan kepada pengguna sistem tersebut. Sebuah kartu kredit berbeda dengan kartu debit di mana penerbit kartu kredit meminjamkan konsumen uang dan bukan mengambil uang dari rekening. Sehingga para orang kabanyakan seperti menggantungkan uang pada kartu kredit, karna lebih dianggap efisien dan tidak harus membawa uang banyak ketika akan berbelanja.

Selain itu banyak faktor yang mempengaruhi perilaku pemegang kartu kredit untuk menggunakan kartu kreditnya, antara lain yaitu faktor keunggulan dan faktor kemudahan atau efisien. Selain itu ada juga faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen tidak menggunakan atau tidak memilih menggunakannya, karna ketidakbutuhan, atau sudah mengetahui apa manfaat dan resiko yang akan dialaminya. Hal ini bisa menunjukkan bahwa penggunaan kartu kredit tidak sepenuhnya harus menjadi life-style kita.

Refrensi

http://id.shvoong.com/business-management/business-ideas-and-opportunities/2077023-pengertian-kartu-kredit/

Selasa, 08 Februari 2011

SOAL ARAH PERGOLAKAN TimtenG

KESIMPULAN

Pergolakan banyak terjadi di dunia, gerakan Prodemokrasi ada. Pergolakan di timteng untuk menuju Demokratisasi mengorbankan banyak pertumpahan darah...
Salah satu contoh pergolakan yang terjadi adalah di Eropa Timur, gerakan di Eropa Timur yang terjadi memiliki latar belakang budaya, mentalitas & kondisi persoalan yang beda dengan Timteng, Pergolakan yang terjadi belum tentu sesuai dengan kondisi Timteng atas pertimbangan hal di atas...


SUMBER TULISAN
Tajuk Rencana
harian kompas 07-02-2011

PEMBERANTASAN KORUPSI TERANCAM

KESIMPULAN...


Banyak kasus korupsi yang tidak terselesaikan dan kasus korupsi meluas ke aspek-aspek lainnya yang belum atau tidak bisa diungkap kebenarannya dan hasil penyelesaian dari kasus korupsi banyak yang menghilang begitu saja tanpa penyelesaian...

Salah satu kasus korupsi yang tidak ada penyelesaian kasusnya adalah kasus korupsi Bank Century dan di Departemen Perpajakan, sampai saat ini kasus tersebut menghilang begitu saja tanpa penyelesaian. KPK sebagai salah satu badan yang khusus menengani kasus korupsi hanya bisa mengungkapkan korupsi yang terjadi tanpa penyelesain yang jelas samapai saat ini.


Dari salah satu contoh dan banyak hal kasus korupsi yang ada, publik sangat kecewa dengan apa yang telah terjadi, untuk itu Pemberantasan Korupsi Terancam hanya omong kosong belaka......

SUMBER TULISAN
Tajuk Rencana
(Harian Kompas 07 -02-2011)